<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3170">
<titleInfo>
<title>analisa kegagalan kondensor AC split pada kapal menggunakan metode failure mode and effect analysis</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Urip Prayogi, S.T., M. T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>La Ode Bambang Afrilianto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv, 148 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Sistem pendingin refrigerasi merupakan mesin pendingin dan salah satu perangkat bantu yang ada di kapal sebagai penunjang kelancaran pengoperasian kapal, dan memiliki fungsi yang penting, khususnya pendingin terutama untuk kebutuhan utama di atas kapal bagi seluruh Anak Buah Kapal (ABK). Pada kondensor AC split dikapal sering menimbulkan masalah baru, terutama kerusakan pada unit outdoor, masalah-masalah yang timbul akibat rusaknya part atau komponen dalam mesin ini berpengaruh pada sistem pendinginan itu sendiri. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA). Didapatkan hasil perangkingan risk priorty number (RPN), dengan jumlah jumlah prioritas risiko yang memberikan angka paling besar pada “unit oudoor overheat akibat kipas dalam kondensor tidak bekerja untuk membuang panas”, dengan nilai sebesar 336, pada “motor fan tidak berfungsi karena ada hewan kecil”, dengan nilai 244, pada “korosi pada sirip dan pipa coil kondensor akibat terkena air laut”, dengan 192, pada “posisi kondensor unit outdoor pada kapal kurang baik untuk jangka waktu panjang”, dengan nilai 180, pada “pipa high-low korosif”, dengan nilai 160, dari nilai maksimal risiko dalam FMEA. Dalam perhitungan dan perangkingan tersebut akan dibuatkan cara mitigasi.</note>
<subject authority=""><topic>Kondensor unit outdoor</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Analisa kegagalan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>FMEA</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kuisioner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.21.16 La a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200352021</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.21.16 La a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3170</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-21 14:48:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-21 14:48:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>